Outsourcing yang berarti sebagai Alih daya yang memiliki arti pemindahan pekerjaan (operasi) dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Hal ini biasanya dilakukan untuk memperkecil biaya produksi atau untuk memusatkan perhatian kepada hal utama dari perusahaan tersebut. Istilah offshoring artinya pemindahan pekerjaan (operasi) dari satu Negara ke negara lain.
Di Indonesia sendiri outsourcing sudah sering terdengar, biasanya di tempat - tempat pekerjaan yang memang sudah memiliki banyak pekerja, banyak perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing dapat melakukan
pekerjaan dengan uang yang lebih sedikit, karena mereka tidak harus
memberikan manfaat untuk pekerja mereka dan tidak khawatir dengan biaya
overhead yang lebih sedikit.
Outsourcing sendiri juga memfokuskan pekerjaan dengan menggunakan jasa ahli dari luar, mungkin hal ini dimaksudkan untuk menanggani masalah yang ada di dalam perusahaan. Perusahaan khusus yang menangani pekerjaan outsourcing sering efisien,
dan seringkali memiliki kemampuan kelas dunia dan akses terhadap
teknologi baru bahwa perusahaan tidak mampu membeli sendiri.
Manfaat dari Outsourcing :
Penghematan biaya
Penurunan biaya keseluruhan pelayanan untuk
bisnis. Hal ini akan mengurangi ruang lingkup, mendefinisikan tingkat
kualitas, harga kembali, re-negosiasi, dan biaya re-strukturisasi. Akses
untuk menurunkan ekonomi biaya melalui offshoring disebut "tenaga kerja
arbitrase" yang dihasilkan oleh kesenjangan upah antara negara-negara
industri dan negara-negara berkembang.
Fokus pada Core Bisnis
Sumber (untuk investasi misalnya, orang,
infrastruktur) dapat difokuskan pada pengembangan bisnis inti. Sebagai
contohnya sering organisasi meng-outsource IT Support mereka ke
Perusahaan yang memiliki spesialisi di bidang IT Service.
Restrukturisasi Biaya
leverage Operasi adalah sebuah pengukuran
dengan membandingkan biaya tetap terhadap biaya yang berubah-ubah.
Outsourcing mengubah keseimbangan rasio ini dengan menawarkan sebuah
perpindahan dari biaya tetap ke biaya yang berubah-ubah dan membuat
biaya yang berubah-ubah lebih mudah diprediksi.
Meningkatkan kualitas
Mencapai sebuah perubahan tinggi dalam
kualitas melalui kontrak layanan dengan kesepakatan tingkat layanan yang
baru
Outsourcing Staff
Pada tahun 1980 sebuah perusahaan yang bergerak dalam produksi kayu
lapis di Medan menyewa konsultan pemasaran dari sebuah lembaga
manajemen di Jakarta. Karena konsultan yang ditempatkan akan bertugas
selama sekitar 2 tahun, bukan hanya memberi nasihat tetapi juga
mengeksekusi keputusan bisnis, status konsultan tersebut akhirnya
ditetapkan sebagai ‘rento manager‘. Sebuah bentuk outsourcing
yang saat itu belum dikenal luas di Indonesia, karena manajer pemasaran
perusahaan kayu lapis tersebut hanya dipekerjakan untuk jangka waktu
terbatas.
Beberapa tahun lalu seorang wanita belia berusia menjelang 22 tahun
lulus Sarjana Desain Komunikasi Visual. Selama dua tahun ia bekerja di
sebuah bank swasta sebagai karyawan bagian promosi, dengan status outsourcing.
Setelah dua tahun bekerja wanita belia itu mengundurkan diri, pindah
ke perusahaan lain yang bergerak dalam bidang transportasi darat dan
laut, mendapatkan pekerjaan sebagai marketing promotion analyst, dengan status karyawan tetap -setelah melalui masa percobaan-.
Kelebihan dan Kekurangan Outsourcing
Outsourcing seperti yang kita ketahui adalah menyerahkan sebagian
pekerjaan kepada pihak ketiga yang dianggap kompeten, tetapi masih dalam
lingkup control organisasi. Tujuannya, tentu saja agar organisasi dapat
lebih berkonsentrasi kepada aktivitas inti bisnisnya dengan
mepertimbangkan aspk investasi, resiko, dan efesiensi.
Kelebihan:
Biaya teknologi yang semakin meningkat dan akan lebih murah jika
perusahaan tidak berinvestasi lagi tetapi menyerahkannya kepada pihak
ketiga dalam bentuk outsourcing yang lebih murah dikarenakan outsourcer
dapat dibagi ke beberapa perusahaan.
b. Mengurangi waktu proses karena beberapa outsourcer dapat dipilih
untuk bekerja bersama-sama menyediakan jasa ini kepada perusahaan.
Jasa yang diberikan oleh outsourcer lebih berkualitas dibandingkan
dikerjakan sendiri secara internal karena outsourcer memang
dispesialisasi dan ahli di bidang tersebut.
d. Perusahaan tidak mempunyai pengetahuan tentang sistem teknologi ini dan pihak outsourcer mempunyainya.
Perusahaan merasa tidak perlu dan tidak inginn melakukan transfer pengetahuan yang dimiliki oleh outsourcer.
Meningkatkan flexibilitas untuk melakukan atau tidak melakukan investasi.
g. Mengurangi resiko kegagalan investasi.
h. Penggunaan sumber daya sistem informasi belum optimal, jika hal
ini terjadi maka perusahaan hanya menggunakan sumber daya sistem yang
optimal pada saat-saat tertetu saja, sehingga sumber daya sistem
informasi menjadi tidak dimanfaatkan pada waktu yang lainnya.
Perusahaan dapat memfokuskan pada pekerjaan lain yang lebih penting.
Kekurangan:
Jika aplikasi yang dioutsorce adalah aplikasi yang staregik, maka
dapat ditiru oleh pesaingnya yang juga dapat menjadi klien dari
outsourcer yang sama.
Perusahaan akan kehilangan kendali terhadapa aplikasi yang
dioutsourcekan. Jika aplikasinya adalah aplikasi kritikal yang harus
segera ditangani jika terjadi gangguan, perusahaan akan menanggung
resiko keterlambatan penanganan jika aplikasi ini dioutsourcekan karena
kendali ada di outsourcer yang harus dihubungi terlebih dahulu.
Jika kekuatan menawar ada di outsourcer, perusahaan akan kehilangan
banyak kendali dalam memutuskan sesuatu apalagi jiak terjadi konflik
diantaranya.
Perusahaan akan kehilangan keahlian dari belajar membangun dan mengoperasikan aplikasi tersebut.
Jika diserahkan kepada pihak lain, akan mengurangi headache,
mengurangi resiko, dan disertai harapan agar hasilnya lebih baik karena
ditangani para mitra yang merupakan spesialis dalam bidangnya. Dengan
demikian perusahaan dapat berkonsentrasi penuh untuk mengembangkan
kompetensi inti (core competencies) mereka. Alasan lainnya adalah
memeberikan kelenturan dalam pekerjaan tertentu yang bebannya bersifat
fluktuatif, peningkatan kualitas, meningkatan kepuasan pelanggan dan
pemindahan biaya tetap (fixed costs) menjadi variable costs.
Pendahuluan
Seperti yang kita ketahui bahwa KPK adalah singkatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi, yang secara umum bekerja untuk memberantas korupsi, untuk sekarang KPK masih banyak yang harus diselesaikan kerjakan oleh KPK.
Menurut penilaian saya KPK yang sekarang dipimpin oleh Abraham Samad mulai menujukkan kenaikan yang signifikan untuk menuntaskan kegiatan korupsi yang ada di tanah air, Abraham Samad adalah orang yang bisa mengajak orang lain bekerja sama untuk memberantas korupsi, diantaranya para Artis Ibu Kota dan juga para Lembaga - lembaga, KPK pernah mengalami masa surut ketika ada kasus Antasari Azhar yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua KPK, yang terkena kasus penembakan pada rekan kerjanya karena masalah pribadi, setelah itu KPK tidak bisa bergerak serius terutama saat korupsi makin merajalela, namun sekarang KPK sudah siap untuk berani bertindak meskipun harus lewat jalur Hukum dan Kekerasan.
Untuk sekarang KPK sudah saat maju dalam memberantas korupsi diantaranya pada saat kasus yang melibatkan para pejabat di Negara ini. Namun sampai sekarang KPK masih ragu -ragu dalam mengambil keputusan, memang pada dasarnya KPK maju di bawah pimpinan Abraham Samad, tapi untuk menegakkan keadilan KPK masih takut untuk menjatuhkan hukuman ke para koruptor. KPK juga sering menunda - nunda jadwal sidang untuk para koruptor, dan yang lebih penting lagi yang baru ditangkap KPK adalah orang - orang dari pihak Hukum, KPK belum berani menahan orang - orang yang memiliki jabatan tinggi, karena biasanya orang yang memiliki jabatan tinggi sudah kebal dengan hukum, dan biasanya bukan cuma kalangan atas yang bisa kebal hukum, kalangan yang jabatan rendah pun bisa bebas pada jeratan KPK sehingga semakin banyak yang korupsi.
Pada dasarnya KPK itu bertugas sama seperti Polisi atau Hakim yang bertugas memberantas sampah masyarakat terutama orang orang korupsi, koruptor itu sama seperti penjahat, namun korupsi itu berbeda dengan kejahatan yang biasa pada umumnya, korupsi itu bisa di bilang sebagai lintah yang menyerap di darah dari hak orang - orang miskin, .
Oleh karena itu jika ingin korupsi bisa hilang tergantung dari kinerja dari KPK itu sendiri, serta bagaimana sang pemimpin KPK bisa menghapus korupsi dari Negara ini, jangan sampai di KPK juga terdapat korupsi.
Pendahuluan
Pada dasarnya setiap orang di Indonesia maupun di seluruh dunia harus memiliki pendidikan baik Internal maupun Eksternal, biasanya pendidikan Internal tidak selalu dijadikan masalah, karena pendidikan Internal pasti sudah banyak di dapat dari lingkungan, namun yang menjadi masalahnya adalah pendidikan Eksternal, baru baru ini ada sebuah kasus tentang pendidikan Eksternal terutama sekolah, yaitu terjadi perkelahian ( tawuran ) antar sesama pelajar, kasus seperti ini tidak hanya terjadi di sekolah - sekolah Swasta, tapi juga sekolah Negeri maupun Internasional, masalah perkelahian ( tawuran ) pelajar sudah sering menjadi perbincangan hangat bagi semua orang, kasus terakhir yang terdengar adalah tewasnya seorang siswa yang secara tidak sengaja di bunuh oleh siswa dari sekolah lain. Biasanya kasus perkelahian ( tawuran ) pelajar di karenakan masalah yang kecil -bahkan bisa dibilang tidak penting seperti salah paham, ketidaksengajaan, sindir - sindiran bahkan urusan cinta dan cemburu-, seperti contoh berikut, perkelahian ( tawuran ) pelajar biasanya dimulai dengan seorang atau beberapa orang sekolah ( kita sebut saja sekolah A ) hanya kebetulan lewat ( sebut saja sekolah B ) jalan yang merupakan wilayah sekolah B, lalu kemudian sekolah B tidak senang dan mulai untuk menyerang siswa dari sekolah A, lalu karena tidak terima temannya di serang, maka sekolah A pun berbalas menyerang.
Ada Beberapa Solusi Alternatif untuk mengatasi Perkelahian ( Tawuran Pelajar )
1. Selalu memperhatikan siswa ( terutama bagi Wali kelas untuk melihat murid didikannya )
Memang salah satu mencegah Tawuran antar pelajar adalah membuat hubungan baik saat berada di ruang kelas terutama bagi wali kelas untuk selalu memperhatikan semua anak didiknya di kelas yang beliau pimpin, karena dengan memberi perhatian kepada semua anak didiknya ( yang mungkin ada beberapa anak yang kurang mendapat perhatian dari lingkungan sekitar ), dengan cara ini Wali kelas lebih mengetahui karakter - karakter semua anak didiknya.
2. Selalu meminta saran ke Guru Pembimbing ( BK )
Cara yang satu ini bisa dibilang sangat bagus terutama bagi siswa yang memang tidak terlalu mendapat perhatian baik di lingkungan maupun sekolah, karena dengan meminta saran ke guru Bimbingan maka siswa tersebut bisa menjelaskan masalah yang sedang dia alami, bahkan jika masalah tersebut bersifat pribadi sebaiknya bertemu dengan guru Bimbingan, karena biasanya guru Bimbingan selalu memberikan jawaban yang sangat pas dengan kondisi siswa pada saat itu, bahkan guru Bimbingan bisa menjaga rahasia dari masalah yang sedang dialami dengan baik.
3. Memiliki komunikasi yang baik dengan orang terdekat dirumah
Pada saat pulang sekolah atau hari libur sebaiknya membuat komunikasi yang baik dengan orang tua, kakak, adik, ataupun anggota keluarga lain. Saling terbuka dan meminta saran jika memang memiliki masalah baik di dalam maupun di luar, tapi bagaimana jika tinggal sendiri karena orang tua terlalu sibuk atau kost, kalau pada saat pulang sekolah tidak ada siapa - siapa, maka cobalah untuk pergi ke rumah orang yang mungkin kenal baik dengan kita, memang terasa malu jika kita datang kerumah orang lain untuk minta saran, tapi jika memang bisa membuat kita lebih tenang, tidak ada salahnya mencoba, lain dengan yang tinggal di kost atau apartemen, mungkin memang sulit jika tinggal di kost atau apartemen, tapi ada satu cara jika memang ingin meminta saran jika sedang memiliki masalah, bicaralah dengan orang lain yang lebih dewasa di sekitar kita, contohnya jika tinggal di kost cobalah untuk meminta saran dari orang yang memang sudah dewasa atau yang lebih tua dari kita, anggap saja sedang menceritakan masalah ke teman, sementara yang di apartemen cobalah meminta saran dari orang - orang yang bekerja di sana seperti satpam dan yang lainnya, mungkin memang agak malu tapi, tidak ada salahnya menceritakan masalah itu ke satpam atau yang lainnya, hal ini juga membantu untuk lebih bisa bersosialisai tanpa harus memandang tinggi atau rendahnya.
4. Berusaha untuk lebih dekat dengan teman dan sahabat
Saat disekolah memang teman merupakan sarana komunikasi untuk bersosialisasi, namun tidak semua teman bisa mengerti tentang diri kita, jika kita memang memiliki masalah cobalah untuk share masalah kita ke teman yang bisa kita percaya, karena salah satu penyebab perkelahian adalah salah paham, carilah teman yang memang bisa kita percayai, bahkan lebih bagus kalau teman kita adalah orang yang sangat baik, mungkin akan lebih mudah untuk kita agara bisa menceritakan masalah kita, dan jangan sekali - kali menceritakan masalah kita ke teman yang kita sendiri ragu dengan teman kita tersebut. 5. Selalu mencari kegiatan positif
Pada dasarnya banyak remaja di sekolah tidak memiliki kegiatan, banyak yang cenderung memilih untuk berkumpul bersama teman - teman di tempat - tempat yang bukan untuk bergaul, seharusnya sebagai seorang siswa (terutama remaja laki - laki) memiliki kegiatan yang memang sesuai dengan hobinya, memang tidak semua sekolah menyediakan kegiatan yang sesuai dengan apa yang di inginkan, tapi untuk mencari kegiatan positif tidak harus berada di sekolah tapi juga biar mencari di tempat - tempat yang memiliki kegiatan positif seperti sanggar, gym, lapangan futsal, dan masih banyak lagi. Daripada harus berkumpul hanya untuk mencari masalah lebih baik cari teman berkumpul yang bisa membuat siswa semakin berkembang (dalam hal ini berkembang secara positif)
Jadi ada banyak cara untuk menanggulangi Tawuran antar pelajar, lebih diperhatikan lagi masalah lingkungan dan keluarga, karena seseorang tumbuh dari lingkungan dan juga orang - orang yang disayangi yang selalu berada di sekitarnya.
Pengertian Ineraksi Manusia dan Komputer
> dalam bahasa Inggris ( human–computer interaction, HCI ) adalah ilmu yang mempelajari bagaimana perancangan, evaluasi, dan implementasi antar muka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia. Ilmu ini berusaha menemukan cara yang paling efisien untuk merancang pesan elektronik ( E - mail ).
Sedangkan interaksi manusia dan komputer sendiri adalah serangkaian
proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk
berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan
umpan balik melalui interface untuk memperoleh hasil akhir yang
diharapkan.
Sinopsis Film Wall - E dan kaitanya dengan IMK
> Wall - E adalah sebuah film animasi yang buatan Disney dan juga Pixar ( 2008 ) yang bercerita tentang sebuah robot kecil bernama Wall - E yang bertugas untuk membersihkan seluruh sampah yang sudah penuh di planet bumi, tidak ada tanda kehidupan di planet bumi dikarenakan semua orang pindah keluar angkasa dengan menggunakan sebuah Pesawat Luar Angkasa, Wall - E memiliki sebuah teman -seekor kecoak-, tugas Wall - E adalah mengubah sampah seperti kaleng dan besi untuk dijadikan sebuah kotak besi yang kemudian disusun secara besar, pada saat Wall - E sedang mencari sampah, Wall - E menemukan sebuah tanaman yang masih hidup, Wall - E yang tidak tahu tentang tanaman itupun hanya mengambilnya dan menyimpannya di dalam sepatu, lalu pada saat sedang membersihkan sampah datanglah sebuah Pesawat Luar Angkasa yang datang dan mengirimkan sebuah robot bernama EVE, yang ditugaskan untuk mencari kehidupan di planet bumi, yang kemudian bertemu dengan Wall - E, pada saat sedang menonton TV, Wall tidak sengaja menunjukkan tanaman yang ia temukan ke EVE, hal itu membuat EVE seperti dalam keadaan Sleep.
Singkatnya, EVE kemudian dijemput kembali oleh Pesawat Luar Angkasa dan di bawa ke tempat dimana para manusia berada, disana semua orang bergantung pada mesin dan komputer sehingga malas untuk bergerak, EVE kemudian dibawa ke Kapten Kapal untuk menunjukkan tanaman yang di dapat dari bumi, Wall - E yang sedang berusaha untuk menghidupkan kembali EVE, setelah EVE dinyalakan, ternyata tanaman yang didapat di bumi hilang, ini merupakan perbuatan Auto - mesin Kendali kapal yang berusaha mencegah manusia kembali ke bumi-, sang kapten yang menyadari masih ada harapan untuk bumi berusaha keras untuk mengambil kembali tanaman yang didapat dari planet bumi, sedangkan EVE dan Wall - E berusaha untuk menemukan tanaman itu meskipun harus dianggap penjahat oleh semua robot di kapal, akhirnya sang Kapten pun membuat Auto menjadi Manual, terakhir Wall - E dan EVE harus meletakkan tanaman ke dalam sebuah tabung tapi Wall - E mengalami rusak parah, setelah kembali ke bumi EVE mencoba memperbaiki Wall - E tapi gagal, Wall - E seperti mengalami reboot yang membuat Wall - E bertindak seperti saat ia diciptakan yaitu membersihkan sampah, namun akhirnya EVE berhasil membuat Wall - E ingat kembali.
Kaitan antara Film Wall - E dengan IMK
> Film ini menjelaskan tentang sebuah hubungan yang terjalin antara manusia dengan mesin -terutama yang memiliki program- hal ini membuat kita menyadari bahwa di Era seba Canggih ini kita sebagai user harus bisa mebuat interaksi dengan mesin ( sama halnya jika kita berinterkasi satu sama lain ) dengan kata lain jika kita sebagai user harus bisa menggunakan komputer -baik software maupun hardware- dan menggunakan bahasa pemrograman baik yang sederhana seperti misalnya Q-BASIC, PASCAL hingga yang cukup sulit seperti JAVA, Bahasa C, C++, Oracle dan masih banyak lagi, namun seiring dengan perkembangan hubungan antara Manusia dengan Komputer yang semakin meningkat terus menerus, tidak ada yang tahu mungkin di masa yang akan datang ( jika kita sebagai user terlalu bergantung dengan mesin ) akan menimbulkan sifat dan kelakuan yang mungkin akan menghancurkan diri sendiri maupun lingkungan seperti contoh pada film Wall -E, dimana manusia hanya bergantung pada robot dan mesin, bahkan mungkin seuatu hari nanti perkembangan robot akan mendominasi semua kegiatan manusia.
Keuntungan Film Wall - E dan kaitannya dengan IMK
1. Manusia lebih mudah dengan mesin sehingga pekerjaan lebih cepat selesai
2. Semakin canggih sebuah teknologi maka semakin banyak dan murah mesin yang ada
3. Mempersingkat waktu
4. Merasa aman dan mudah untuk menggunakan mesin Kerugian Film Wall - E dengan kaitannya dengan IMK
1. Semakin canggih sebuah mesin semakin pintar mesin tersebut ( memang, pada awalnya manusia yang membuat mesin, namun semakin tua umur manusia semakin canggih pula sebuah mesin )
2. Membuat kita sebagai user terlalu bergantung dengan mesin sehingga membuat kita melupakan semua kegiatan ( karena semua kegiatan di serahkan ke mesin ) sumber Interaksi manusia-komputer - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Referensi http://ferisugiyanto.blogspot.com/ ( hanya sebagai acuan* ) *acuan yang dimaksud disini hanya sebagai petunjuk keterangan
nama : Gilang Bangun P Kelas : 2ka04 NPM : 1311000 BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Indonesia adalah Negara Ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat Negara Indonesia, Ekonomi berasal dari seorang Ahli Filsafat yang bernama Adam Smith yang menyatakan bahwa Ekonomi merupakan suatu bagian dalam kehidupan masyarakat, Ekonomi bagi Masyarakat terutama di Indonesia pun tidak jauh dari kebutuhan para masyarakatnya, meskipun Indonesia kaya akan SDA dan SDM, tapi belum bisa memperbaiki situasi Ekonomi yang sudah semakin terpuruk sehingga semakin mempersulit bagi para konsumen yang bagian ke bawah, Ekonomi di Indonesia semakin menambah masalah dan semakin memperbesar utang Negara terhadap IMF, suatu organisasi dunia yang bertindak sebagai peminjam dana untuk Negara – Negara yang butuh bantuan Ekonomi baik Materil maupun Non Materil, tapi di Indonesia, Ekonomi semakin dipersulit dengan tingkat kebutuhan para masyarakat yang mengakibatkan terjadinya Inflasi yang hanya akan menambah daftar kesulitan Ekonomi
Inflasi sering merugikan, terutama bagi para orang – orang yang memiliki penghasilan, Inflasi membuat pendapatan riil orang orang yang memiliki penghasilan mengalami penurunan drastis bahkan cenderung bisa menghancurkan penghasilannya tersebut. Selain orang – orang yang memiliki penghasilan, Inflasi juga merugikan para Produsen, Inflasi menyebabkan harga – harga barang mengalami kenaikan biaya produksi dan membuat modal para Produsen menjadi lebih sedikit.
B.RUMUSAN MASALAH
Seperti yang dijelaskan dalam Latar Belakang, di bagian ini akan dirumuskan beberapa masalah yang berhubungan dengan Inflasi diantaranya :
a.Apa pengertian Inflasi ?
b.Jenis – Jenis Inflasi !
c.Penyebab Inflasi !
d.Dampak Inflasi !
e.Cara Mengatasi Inflasi !
C.LANDASAN TEORI
a.Pengertian Inflasi
Secara umum Inflasi adalah sebuah kondisi di suatu Negara dimana terjadi penururnan atau kemerosotan nilai uang dan barang karena banyaknya uang atau barang dari luar yang beredar secara cepat sehingga menyebabkan kenaikan harga – harga kebutuhan seperti Pangan, Minyak Bumi, dan masih banyak lagi.
b.Rumus Menghitung Angka Inflasi
Angka Inflasi merupakan sebuah indicator ekonomi yang dapat digunakan dalam berbagai langkah di bidang ekonomi, angka Inflasi harus dapat dihitung agar ada Patoka dalam pengambilan keputusan, dalam menghitung angka Inflasi terdapat istilah Indeks Harga yaitu perbandingan antar harga rata – rata pada tahun yang dihitung dan harga rata – rata pada tahun dasar. Indeks Harga memiliki rumus yaitu IHn = SPn / SPo * 100 ( IHn adalah Indeks Harga tahun n, SPn adalah jumlah harga rata – rata, SPo adalah jumlah harga tahun dasar )
c.Jenis – jenis Inflasi
a.Inflasi berdasarkan Keparahan yang terdiri dari Inflasi Ringan, Sedang, Berat, dan Sangat Berat
b.Inflasi berdasarkan Penyebab yang terdiri dari kelebihan permintaan dan kenaikan biaya produksi
c.Inflasi berdasarkan Sumber yang terdiri dari Luar Negeri dan Dalam Negeri
BAB II
PEMBAHASAN
1.PENGERTIAN INFLASI
Pengertian Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang. Inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.
Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang terkadang dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.
2.JENIS – JENIS INFLASI
a.Berdasarkan Keparahan : Berdasarkan asalnya, inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri. Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. Sementara itu, inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.
Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
1.Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
2.Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
3.Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
4.Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)
b.Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebabnya : Berdasarkan penyebabnya, inflasi dapat dibedakan atas inflasi karena kenaikan permintaan dan inflasi karena kenaikan biaya produksi.
a.Inflasi karena kenaikan permintaan
Kenaikan permintaan terkadang tidak dapat dipenuhi produsen. Oleh karena itu, harga-harga sksn cenderung naik. Hal ini sesuai dengan hukum ekonmi “jika permintaan naik sedangkan penawaran tetap, maka harga cenderung naik”.
b.Inflasi karena kenaikan biaya produksi
Kenaikan biaya produksi mengakibatkan harga penawaran barang naik, sehingga dapat menimbulkan inflasi.
c.Berdasarkan Sumber : Berdasarkan sumbernya, inflasi dibedakan atas inflasi yang bersumber dari luar negeri dan inflasi yang bersumber dari dalam negeri.
a.Inflasi yang bersumber dari luar negeri
Inflasi ini terjadi karena ada kenaikan harga di luar negeri. Dalam perdagangan bebas, banyak negara yang saling berhubungan dalam perdagangan. Jika suatu negara mengimpor barang dari negara yang mengalami inflasi, maka otomatis kenaikan harga tersebut (inflasi) akan memengaruhi harga-harga dalam negerinya sehingga menimbulkan inflasi.
b.Inflasi yang bersumber dari dalam negeri
Inflasi yang bersumber dari dalam negeri dapat terjadi karena percetakan uang baru oleh pemerintah atau penerapan anggaran defisit. Inflasi yang bersumber dari dalam negeri juga dapat terjadi karena kegagalan panen. Kegagalan panen menyebabkan penawaran suatu jenis barang berkurang, sedangkan permintaan tetap, sehingga harga-harga akan naik.
3.PENYEBAB INFLASI
Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi). Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll
Inflasi tarikan permintaan (Ingg: demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment dimana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.
Inflasi desakan biaya (Ingg: cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru. Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama dapat terjadi pada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan yang sangat penting.
4.DAMPAK INFLASI
Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti misalnya pengusaha, tidak dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga halnya dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi.
5.CARA MENGATASI INFLASI
Penyebab terjadinya inflasi yang pada awalnya diyakini oleh pihak Bank Indonesia dan Bappenas karena kenaikan harga minyak dunia dan `subprime mortgage` yang terjadi di Amerika Serikat, ternyata dihantam pula oleh kenaikan harga pangan. Gejolak perekonomian dunia yang berujung pada inflasi sesungguhnya mulai tampak saat pendapatan per kapita Amerika Serikat mulai turun. Namun sayangnya para ekonom di tanah air banyak yang tidak menyetujuinya tanda-tanda itu. Salah satu sumber mngatakan beberapa cara ubtuk mengatasi masalah inflasi tersebut. Diantaranya adalah :
1. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara mengubah jumlah uang yang beredar. Penyebab inflasi diantara jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga dengan kebijakan ini diharapkan jumlah uang yang beredar dapat dikurangi menuju kondisi normal.
2. Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang berhubugan dengan finansial pemerintah. Kebijakan fiskal dapat dilakukan melalui instrument berikut:
• Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah, sehingga pengeluaran keseluruhan dalam perekonomian bisa dikendalikan. Pemerintah tidak menambah pengeluarannya agar anggaran tidak defisit.
• Menaikkan pajak. Dengan menaikkan pajak, konsumen akan mengurangi jumlah konsumsinya karena sebagian pendapatannya untuk membayar pajak. Dan juga akan mengakibatkan penerimaan uang masyarakat berkurang dan ini berpengaruh pada daya beli masyarakat yang menurun, dan tentunya permintaan akan barang dan jasa yang bersifat konsumtif tentunya berkurang.
3. Kebijakan Non Moneter
Kebijakan nom moneter adalah kebijakan yang tidak berhubungan dengan finansial pemerintah maupun jumla uang yang beredar, cara ini merupakan langkah alternatif untuk mengatasi inflasi. Kebijakan non moneter dapat dilakukan melalui instrument berikut:
• Mendorong agar pengusaha menaikkan hasil produksinya : Cara ini cukup efektif mengingat inflasi disebabkan oleh kenaikan jumlah barang konsumsi tidak seimbang dengan jumlah uang yang beredar. Oleh karena itu pemerintah membuat prioritas produksi atau memberi bantuan (subsidi) kepada sektor produksi bahan bakar, produksi beras.
• Menekan tingkat upah tidak lain merupakan upaya menstabilkan upah/gaji, dalam pengertian bahwa upah tidak sering dinaikan karena kenaikan yang relatif sering dilakukan akan dapat meningkatkan daya beli dan pada akhirnya akan meningkatkan permintaan terhadap barang-barang secara keseluruhan dan pada akhirnya akan menimbulkan inflasi.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpulan
Masalah Ekonomi Inflasi adalah suatu kondisi atau situasi yang sangat merugikan, tidak hanya bagi Para Konsumen juga para Produsen, Inflasi dapat mengakibatkan semakin sulitnya Perekonomian terutama di Indonesia. Biasanya Inflasi semakin berkembang dengan masuknya banyak mata uang dan banyaknya barang sehingga semakin membuat harga – harga semakin besar dan semakin mempersulit Pemerintah dan juga Rakyat. Inflasi juga berdampak buruk terhadap berbagai aspek seperti Politik, Hukum, dan juga Sosial, diantaranya dalam bidang Politik, Inflasi akan dimanfaatkan untuk kegiatan – kegiatan tertentu sehingga semakin mempercepat Inflasi sedangkan di bidang Hukum, Inflasi akan menjadi salah satu situasi yang memperlemah system Hukum sehingga membuat bebas keluar masuk tanpa melewati bidang Hukum, selain itu Inflasi akan berpengaruh ke Hukum yang telah ada dan disahkan secara bersama dengan cara merubah Hukum dengan menggunakan cara dimana uang semakin di sebar luaskan. Dan yang terakhir di bidang Sosial, Inflasi akan membuat para Produsen berkurang modalnya dan akan mengurangi Tenaga Kerja agar tidak mengalami kebangkrutan, Hal ini menjadi pemicu kemiskinan dan pengganguran sehingga akan memperbesar tingkat kriminalitas di masyarakat.
B.Saran
Saran saya sebaiknya Pemerintah mengambil sikap dan kebijakan secara tegas agar Inflasi tidak mudah berkembang dan semakin memperkecil tingkat masalah Ekonomi di suatu Negara, dengan semakin kecilnya Inflasi maka akan semakin berkembangnya SDM yang akan berdampak positip untuk Perekonomian Negara. Sedangkan untuk Masyarakat untuk membatasi kebutuhan yang hanya berutama pada keperluan saja sehingga permintaan akan mengalami penurunan dan biaya produksi juga mengalami penurunan.
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukanya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi
Macam macam gaya Kepemimpinan:
1.Pada gaya kepemimpinan otokrasi, pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut, baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya. Pemimpin juga berperan sebagai pengawas terhadap semua aktivitas anggotanya dan pemberi jalan keluar bila anggota mengalami masalah. Dengan kata lain, anggota tidak perlu pusing memikirkan apappun. Anggota cukup melaksanakan apa yang diputuskan pemimpin.
2.Gaya kepemimpinan pembinaan mirip dengan otokrasi. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin masih menunjukkan sasaran yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut. Namun, pada kepemimpinan ini anggota diajak untuk ikut memecahkan masalah yang sedang dihadapi.
3.Gaya kepemimpinan demokrasi, anggota memiliki peranan yang lebih besar. Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin dicapai saja, tentang cara untuk mencapai sasaran tersebut, anggota yang menentukan. Selain itu, anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
4.Gaya kepemimpinan kendali bebas merupakan model kepemimpinan yang paling dinamis. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran utama yang ingin dicapai saja. Tiap divisi atau seksi diberi kepercayaan penuh untuk menentukan sasaran minor, cara untuk mencapai sasaran, dan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri-sendiri. Dengan demikian, pemimpin hanya berperan sebagai pemantau saja. Lalu, gaya kepemimpinan yang mana yang sebaiknya dijalankan? Jawaban dari pertanyaan ini adalah tergantung pada kondisi anggota itu sendiri. Pada dasarnya tiap gaya kepemimpinan hanya cocok untuk kondisi tertentu saja. Dengan mengetahui kondisi nyata anggota, seorang pemimpin dapat memilih model kepemimpinan yang tepat. Tidak menutup kemungkinan seorang pemimpin menerapkan gaya yang berbeda untuk divisi atau seksi yang berbeda. Kepemimpinan otokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi rendah tapi komitmennya tinggi. Kepemimpinan pembinaan cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi sedang dan komitmen rendah. Kepemimpinan demokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi tinggi dengan komitmen yang bervariasi. Sementara itu, kepemimpinan kendali bebas cocok untuk angggota yang memiliki kompetensi dan komitmen tinggi.
Menurut Gaya Situasional
1.Gaya Kepemimpinan Kontinum
Gaya ini pertama sekali dikembangkan oleh Robert Tannenbaum dan warren Schmidt. Menurut kedua ahli ini ada dua bidang pengaruh yang ekstrim, yaitu:
•Bidang pengaruh pimpinan (pemimpin lebih menggunakan otoritas).
•Bidang pengaruh kebebasan bawahan. (Pemimpin lebih menekankan gaya demokratis).
2.Gaya Managerial Grid
Sesungguhnya, gaya managerial grid lebih menekankan kepada pendekatan dua aspek yaitu aspek produksi di satu pihak, dan orang-orang di pihak lain. Blake dan Mouton menghendaki bagaimana perhatian pemimpin terhadap produksi dan bawahannya(followers).
Dalam managerial grid, ada empat gaya yang ekstrim dan ada satu gaya yang berada di tengah-tengah gaya ekstrim tersebut.
Jika saya memilih maka saya memilih 'gaya kepemimpinan kendali bebas' karena lebih sering mempercayai bawahanya, dan memiliki tujuan yang pasti, kepemimpinan kendali bebas juga berkomitment sangat kecil terhadap sebuah kondisi.
Dalam interaksi dan interelasi sosial antar individu atau antar kelompok, konflik sebenarnya merupakan hal alamiah. Dahulu konflik dianggap sebagai gejala atau fenomena yang tidak wajar dan berakibat negatif, tetapi sekarang konflik dianggap sebagai gejala yang wajar yang dapat berakibat negatif maupun positif tergantung bagaimana cara mengelolanya. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang management skills dan personal development,
Dari pandangan baru dapat kita lihat bahwa pimpinan atau manajer tidak hanya wajib menekan dan memecahkan konflik yang terjadi, tetapi juga wajib untuk mengelola/memanaj konflik sehingga aspek-aspek yang membahayakan dapat dihindari dan ditekan seminimal mungkin, dan aspek-aspek yang menguntungkan dikembangkan semaksimal mungkin. Penyebab Konflik
Konflik di dalam organisasi dapat disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut: A. Faktor Manusia
1. Ditimbulkan oleh atasan, terutama karena gaya kepemimpinannya.
2. Personil yang mempertahankan peraturan-peraturan secara kaku.
3. Timbul karena ciri-ciri kepriba-dian individual, antara lain sikap egoistis, temperamental, sikap fanatik, dan sikap otoriter. B. Faktor Organisasi
1. Persaingan dalam menggunakan sumberdaya.
Apabila sumberdaya baik berupa uang, material, atau sarana lainnya terbatas atau dibatasi, maka dapat timbul persaingan dalam penggunaannya. Ini merupakan potensi terjadinya konflik antar unit/departemen dalam suatu organisasi.
2. Perbedaan tujuan antar unit-unit organisasi.
Tiap-tiap unit dalam organisasi mempunyai spesialisasi dalam fungsi, tugas, dan bidangnya. Perbedaan ini sering mengarah pada konflik minat antar unit tersebut. Misalnya, unit penjualan menginginkan harga yang relatif rendah dengan tujuan untuk lebih menarik konsumen, sementara unit produksi menginginkan harga yang tinggi dengan tujuan untuk memajukan perusahaan.
3. Interdependensi tugas.
Konflik terjadi karena adanya saling ketergantungan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Kelompok yang satu tidak dapat bekerja karena menunggu hasil kerja dari kelompok lainnya.
4. Perbedaan nilai dan persepsi.
Suatu kelompok tertentu mempunyai persepsi yang negatif, karena merasa mendapat perlakuan yang tidak “adil”. Para manajer yang relatif muda memiliki presepsi bahwa mereka mendapat tugas-tugas yang cukup berat, rutin dan rumit, sedangkan para manajer senior men¬dapat tugas yang ringan dan sederhana.
5. Kekaburan yurisdiksional. Konflik terjadi karena batas-batas aturan tidak jelas, yaitu adanya tanggung jawab yang tumpang tindih.
6. Masalah “status”. Konflik dapat terjadi karena suatu unit/departemen mencoba memperbaiki dan meningkatkan status, sedangkan unit/departemen yang lain menganggap sebagai sesuatu yang mengancam posisinya dalam status hirarki organisasi.
7. Hambatan komunikasi. Hambatan komunikasi, baik dalam perencanaan, pengawasan, koordinasi bahkan kepemimpinan dapat menimbulkan konflik antar unit/ departemen. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang management skills dan personal development, silakan KLIK DISINI ).
Akibat-akibat Konflik
Konflik dapat berakibat negatif maupun positif tergantung pada cara mengelola konflik tersebut. Akibat negatif
• Menghambat komunikasi.
• Mengganggu kohesi (keeratan hubungan).
• Mengganggu kerjasama atau “team work”.
• Mengganggu proses produksi, bahkan dapat menurunkan produksi.
• Menumbuhkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan.
• Individu atau personil menga-lami tekanan (stress), mengganggu konsentrasi, menimbulkan kecemasan, mangkir, menarik diri, frustrasi, dan apatisme.
Akibat Positif dari konflik:
• Membuat organisasi tetap hidup dan harmonis.
• Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan.
• Melakukan adaptasi, sehingga dapat terjadi perubahan dan per-baikan dalam sistem dan prosedur, mekanisme, program, bahkan tujuan organisasi.
• Memunculkan keputusan-keputusan yang bersifat inovatif.
• Memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat.
sumber : http://rajapresentasi.com/2009/05/manajemen-konflik-cara-mengelola-konflik-secara-efektif/